Penulis :
Pdt. John Bradshaw
Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku”.
Hakim-Hakim 14 : 3
Mereka yang telah terjebak dalam dosa memahami dosa memiliki kendali yang kuat dan tanpa ampun. Dalam Hakim-Hakim 14, Simson memberi tahu orang tuanya bahwa dia tertarik kepada seorang wanita Filistin tertentu. Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: “Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orang-orang yang tidak bersunat itu?“. Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: “Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.” (Hakim-Hakim 14 : 3)
Alih-alih menaati Tuhan, Simson menaati keinginannya. Simson adalah budak dari keinginan itu selama sebagian besar hidupnya. Dosa-dosa yang bersifat moral dapat menjadi ikatan yang sangat kuat karena mereka mengakar dan dikaitkan dengan dorongan emosional dan kimia yang kuat. Ketidakmurnian menghancurkan kehidupan, pernikahan, dan keluarga. Meskipun Simson memiliki catatan yang mengesankan dalam mengalahkan musuh-musuhnya, nafsu adalah musuh yang tidak dapat dia taklukkan. Gagal menyelesaikan masalahnya dengan ketidakmurnian akhirnya menyebabkan kehilangan nyawanya.
Iblis sangat mengenal bagaimana orang-orang terhubung dan apa kelemahan khas mereka. Dia tahu beberapa orang benar-benar berjuang dengan apa yang mereka makan atau minum, dan dia bekerja untuk mengalahkan mereka di daerah itu. Orang lain mungkin tidak tergoda sama sekali oleh nafsu makan tetapi sebaliknya memiliki sumbu emosi yang pendek dan berjuang untuk mengendalikan emosi mereka. Yang lain mungkin cenderung sombong, sementara orang lain bergumul dengan ketamakan atau ketidakjujuran.
Semua orang berjuang melawan godaan dalam beberapa bentuk. Menurut rasul Paulus, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3 : 23). Seluruh umat manusia menemukan dirinya dilemahkan oleh dosa. Tetapi sementara Setan berusaha untuk menyelipkan dirinya ke dalam setiap kehidupan, Tuhan mengingatkan kita bahwa pembebasan dari dosa ditawarkan di dalam Yesus. Paulus menulis kepada jemaat Korintus bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita dicobai di luar kemampuan kita untuk melawan dan bahwa untuk setiap pencobaan, Dia membuat cara agar kita dapat menanggungnya (1 Korintus 10 : 13).
Yesus adalah cara untuk menanggung semua itu. Kuasa Tuhan dari surga yang berdiam di dalam hati dapat membuat Simson sama perkasanya secara rohani seperti halnya secara fisik. Belajar dari kesalahan Simson akan mencegah kita mengulangi kesalahan yang sama.