Penulis :
Kathleen-Jonathan Kuntaraf
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Roma 6:3,4
Kita telah melihat berbagai ragam cara baptisan. Ada baptisan selam, ada baptisan yang dipercik, baptisan minyak, baptisan salju, atau baptisan dengan mengibarkan bendera. Namun melihat kepada tujuan baptisan, maka cara selam mempunyai makna utuh yang kelihatan. Apakah makna tersebut?
Baptisan merupakan simbol dari kematian dan kebangkitan Kristus. Air yang menutupi tubuh melambangkan penutupan derita dan kesusahan (Mazmur 42 : 7), oleh karena itu, pembaptisan Yesus dengan air menggambarkan nubuatan mengenai penderitaan, kematian dan penguburan yang akan dialaminya (Markus 10 : 38) dan keluar dari air berbicara mengenai kebangkitan-Nya (Roma 6 : 3-5).
Baptisan tidak akan bermakna sebagai simbol penderitaan Kristus, “sekiranya jemaat kerasulan mempraktikan sebuah ragam baptisan yang bukan dengan cara selam.” Oleh karena itu, “alasan paling kuat untuk baptisan dengan cara diselamkan adalah alasan yang bersifat teologis.” (“Baptism” SDA Encyclopedia, hal. 128).
Baptisan juga adalah merupakan lambang kematian dari dosa dan hidup untuk Allah. Di dalam baptisan orang-orang beriman merasakan pengalaman derita Tuhan kita. Paulus berkata, dalam Roma 6:3, 4 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.”
Akrabnya hubungan orang percaya dengan Kristus dinyatakan melalui pernyataan seperti “dibaptiskan ke dalam Kristus Yesus,” “dibaptiskan ke dalam kematian-Nya,” dan “dikuburkan dengan Dia melalui baptisan.” Dengan demikian, melalui tindakan pelambangan dengan baptisan itu orang percaya masuk ke dalam kematian Kristus, dan dalam arti yang sebenarnya kematian itu menjadi kematiannya, dan ia memasuki kebangkitan Kristus, dan kebangkitan itu menjadi kebangkitannya. Apakah maksud semua ini?
Ini berarti dia mati dari dosa (Roma 6 : 6), artinya telah disalibkan bersama Kristus (Galatia 2 : 19). Ini berarti penguburan semua dosa yang lama. Dan dia keluar dari air adalah melambangkan di bangkitkan menjadi manusia baru. Itu berarti “yang lama sudah berlalu, dan baru telah timbul” (2 Korintus 5 : 17).
Semoga kita yang telah dibaptiskan akan senantiasa mempunyai kehidupan yang baru setiap hari.