Penulis:
Kathleen-Jonathan Kuntaraf
Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus
Wahyu 14 : 12
Hukum adalah kekal, namun selalu mendapatkan serangan Iblis. Bahkan Alkitab telah menyebutkan bahwa hukum Allah akan menjadi sarana serangan tersebut dan perang melawannya akan mencapai puncaknya sesaat sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali. Nubuatan menunjukkan bahwa Iblis akan memimpin sebagian orang untuk tidak mentaati Allah (Wahyu 12 : 9). Dengan bekerja melalui kekuatan yang dilambangkan oleh “binatang” dia akan mengarahkan perhatian dunia kearah binatang bukan kepada Tuhan (Wahyu 13 : 3). Beberapa hal yang telah terjadi adalah sebagai berikut:
- Hukum diserang. Daniel 7 menggambarkan adanya kuasa yang akan menyerang keabsahan hukum Tuhan. Bahkan dalam Daniel 7 : 25, disebutkan kuasa yang mengubah hukum Allah. Dengan perubahan yang telah dibuat, hingga orang merasa menurut hukum Allah, tetapi sebenarnya menurut hukum yang telah diubah oleh manusia.
- Orang-orang kudus membela hukum. Penurutan menjadi ciri-ciri orang–orang kudus yang menunggu kedatangan Krisus kedua kali. Dalam konflk terakhir, mereka bersatu untuk menegakkan hukum Allah. Akitab menggambarkan mereka dengan istilah-istilah ini: Mereka “yang menuruti perintah Allah dan memiliki iman kepada kesaksian Yesus” (Wahyu 12 : 17), dan dengan sabar menantikan kedatangan Yesus.
- Penghakiman dan hukum Allah. Penghakiman Allah melalui ketujuh malapetaka terakhir kepada orang-orang yang tidak menurut berasal dari “kemah kesaksian” disurga (Wahyu 15 : 5). Israel tahu betul frasa kesaksian dari kemah, itu menunjukkan tabernakel yang Musa bangun (Bilangan 1 : 50, 53). Disebutkan demikian karena kemah suci menjadi tempat “tabut Hukum” (Keluaran 26 : 34), yang berisi “kedua loh hukum” (Keluaran 31 : 18). Jadi Sepuluh Perintah adalah “kesaksian”—saksi bagi manusia mengenai kehendak Ilahi (keluran 34 : 28, 29).
Kitab Wahyu juga menggambarkan pembukaan bait surga, yang membawa pada pemandangan “tabut perjanjian-Nya” (Wahyu 11 : 19). Frasa tabut Perjanjian menunjukkan pada tabut di Bait Suci dunia, yang berisi loh yang bertuliskan “firman perjanjian” yakni Sepuluh Hukum (Keluaran 34 : 28). Penghakiman terakhir yang akan terjadi atas dunia ini, akan berfokuskan kepada Sepuluh Hukum. Kalau begitu, sudah selayaknyalah kita dengan pertolongan Tuhan hidup sesuai dengan hukum Allah itu.