Penulis:
Diantha Hall-Smith
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.
Kisah Para Rasul 1 : 10, 11
Murid-murid telah bersama Yesus selama beberapa tahun, tetapi itu mungkin tampak seperti seumur hidup karena mereka telah terikat dan menjadi sebuah keluarga. Yesus mengajari mereka begitu banyak tentang diri mereka sendiri dan tentang kehidupan, dan mereka tidak dapat membayangkan hidup tanpa Dia. Salah satu hal yang paling sulit bagi mereka untuk dihadapi adalah kenyataan bahwa Yesus telah dibunuh atas dasar tuduhan palsu. Meskipun Dia memberi mereka harapan untuk apa yang akan datang, mereka tidak dapat menemukan harapan yang mereka butuhkan untuk hidup tanpa DIA. Setelah kebangkitan-Nya, mereka merasa semuanya akan kembali normal. Yesus akan mengajar mereka, dan mereka akan mendengarkan. Dalam pikiran mereka, Kristus akan membebaskan mereka dari Romawi, dan kemudian Dia akan mengambil posisi yang sah sebagai Raja.
Mereka tidak ingin kehilangan Juruselamat mereka lagi. Pasti sulit untuk menyadari bahwa meskipun Dia masih hidup, Dia tidak akan tetap hadir secara fisik bersama mereka. Tetapi Dia berjanji untuk mengutus Roh Kudus untuk menghibur mereka dan memberi mereka kuasa untuk melayani orang lain (Matius 28 : 18-20).
Ketika Kristus diangkat dalam awan dari pandangan mereka, saya membayangkan wajah mereka dipenuhi dengan kecewaan. Ketika mereka berdiri dengan mata tertuju ke surga, dua pria berpakaian putih berdiri di samping mereka. Orang-orang ini menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yesus, Sahabat terbaik mereka, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti cara Dia meninggalkannya saat itu. Sekarang para murid penuh harapan. Kristus tidak meninggalkan mereka. Dengan harapan yang baru ditemukan ini, para murid melanjutkan untuk mengajar orang lain tentang janji dan kasih Tuhan (Matius 16 : 19, 20).
Janji itu masih berlaku hingga saat ini. Dia tidak pernah melanggar janji. Dia mengingatkan kita.
”Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” (Wahyu 22 : 7, KJV). Sementara Kristus menepati janji-Nya kepada kita, kita harus menepati janji kita kepada-Nya dan hidup sesuai dengan ajaran yang ditemukan dalam Firman-Nya. Saudara-saudaraku, marilah kita berpegang teguh pada janji bahwa suatu hari nanti, Kristus akan datang untuk membawa kita pulang ke rumah yang DIA telah sediakan.