Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jemaat Sudiang (GMAHK-Sudiang), berada dalam wilayah pelayanan Konferens Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Baptisan Dan Keselamatan

Penulis :
Kathleen-Jonathan Kuntaraf

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Markus 16 : 16

Kata Yesus sangat jelas, adanya hubungan baptisan dengan keselamatan. Di dalam jemaat kerasulan secara otomatis baptisan mengikuti penerimaan atas Kristus. Itu sebuah pengukuhan iman orang yang baru percaya seperti yang kita bisa lihat dalam Kisah 8 : 12 dan Kisah 16 : 30-34.


Petrus menggunakan pengalaman Nuh waktu Air Bah untuk menggambarkan hubungan antara baptisan dengan keselamatan. Kita ingat Allah memberikan peringatan kepada dunia supaya bertobat, kalau tidak akan menghadapi kebinasaan. Hanya delapan orang yang percaya dan masuk ke dalam bahtera sehingga diselamatkan oleh Air Bah itu. Kemudian Petrus berkata, Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan–maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus. 1 Petrus 3:21.


Petrus menerangkan bahwa kita diselamatkan oleh baptisan sebagaimana juga Nuh dan keluarganya diselamatkan menjadi efektif oleh air. Sudah tentu Tuhan yang menyelamatkan Nuh, bukan Air Bah. Menurut analoginya, darah Kristuslah, bukan baptisan, yang menghapuskan dosa dari dalam diri orang percaya. Tetapi baptisan, seperti Nuh penuh penurutan kepada Tuhan hingga Tuhan menyelamatkannya. Demikian juga apabila manusia melalui kuasa Allah memberikan jawaban, maka keselamatan yang disediakan oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus menjadi efektif.


Walaupun bagaimana pentingnya baptisan dalam hubungannya dengan keselamatan, tetapi bukanlah jaminan keselamatan. Paulus mengangap pengalaman bangsa Israel yang keluar dari Mesir sebagai sebuah lambang yang menggambarkan baptisan. Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 1 Korintus 10 : 1-4. Diselamkan di dalam air—awan di atas dan air di kiri kanan—secara simbolis bangsa Israel dibaptiskan ketika mereka melewati laut Merah. Walaupun mereka mengalami hal seperti ini Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka…. 1 Korintus 10 : 5.


Demikian juga sekarang, baptisan tidaklah otomatis menjadikan orang itu selamat. Namun merupakan lambang penerimaan akan Yesus dimana kita tetap harus bergantung untuk mempertahankan keselamatan tersebut. Kiranya kita tetap mengikuti bimbinganNya setiap hari, dan menang setiap hari.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *