Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jemaat Sudiang (GMAHK-Sudiang), berada dalam wilayah pelayanan Konferens Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Yesus Disebut “Seorang”

Penulis:
Kathleen-Jonathan Kuntaraf

“Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”

Yohanes 1 : 30

Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia ialah penggunaan Alkitab yang menyebutkan Yesus sebagai “seorang.” Disamping Yohanes yang menyebutkan Yesus sebagai “seseorang,” Petrus juga menyebut dia sebagai “seorang,” seperti yang terdapat dalam Kisah 2 : 22​, “Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.”


Paulus juga berbicara tentang “jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.” (Roma 5 : 15​). Dia adalah “seorang” yang mendatangkan “kebangkitan orang mati” (1 Korintus 15 : 21​); “Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2 : 5). Dalam mengatasi musuh-musuh-Nya, Kristus menyebut diri-Nya sebagai manusia sebagaimana yang kita dapat baca dalam Yohanes 8 : 40​,” Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah”


Nama yang paling digemari Kristus, yang digunakan-Nya sampai 77 kali, adalah “Anak Manusia”. Misalnya kita baca Matius 8 : 20​, bahwa “Yesus berkata kepadanya: ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.’ ” Contoh lain dapat dilihat dalam Matius 26 : 2 “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”


Gelar Anak Allah memfokuskan perhatian pada hubungan-Nya dengan Ke-Allahan. Nama Anak Manusia menekankan solidaritas-Nya dengan umat manusia melalui inkarnasi-Nya. Salah satu kutipan yang baik untuk direnungkan terdapat dalam buku The Desire of Ages, hal. 24 yang mengatakan, “Melalui kemanusiaannya, Kristus menyentuh umat manusia, oleh keilahian-Nya, Dia meletakkan di atas takhta Allah. Sebagai Anak Manusia, Dia memberi kita contoh ketaatan sebagai Anak Allah, Dia memberi kita kuasa untuk menurut.”


Jadi dengan jelas bahwa Yesus adalah “Seorang”, yang berarti benar-benar orang. Dia adalah teladan ketaatan. Kita patut meniru teladan kehidupan-Nya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *