Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jemaat Sudiang (GMAHK-Sudiang), berada dalam wilayah pelayanan Konferens Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Seperti Kilat

Penulis:
Pdt. Doug Batchelor

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

Matius 24 : 27

Sangat sedikit fenomena alam yang sangat mengesankan seperti kilat—dan hal itu memang lebih awam daripada yang mungkin saudara pikirkan. Setiap hari ada 44.000 badai petir terjadi di seluruh dunia dengan petir yang menyambar ke bumi 6.000 kali per menit. Gagasan bahwa petir tidak pernah menyambar tempat yang sama dua kali adalah mitos. Contoh saja, puncak gedung Empire State Building rata-rata mendapatkan 20 sambaran per tahun. Sementara sebagian besar petir terjadi saat badai petir, tetapi ada petir yang juga dapat dipicu oleh letusan gunung berapi, kebakaran hutan yang hebat, badai, dan bahkan badai salju! Sambaran petir rata-rata memiliki panjang antara 4828 – 6437 meter, dan dapat menaikkan suhu udara di sekitar dengan cepat hingga 27,760 derajat celcius. Itu lebih panas dari permukaan matahari!


Para penggemar petir telah memberi nama pada beberapa varian petir yang memiliki karakteristik khusus. “Raksasa positif” adalah kilat yang menyambar dan menyentuh tanah hingga 32 kilometer jauhnya dari badai petir. Mereka juga sering disebut “petir dari biru” karena tampaknya menyerang saat langit sedang cerah. Berasal dari puncak awan badai, jenis petir ini sangat merusak, dengan kekuatan energi beberapa kali lipat dari pukulan petir yang biasa. “Perayap” adalah bentuk petir yang langka dan indah seperti sedang merangkak di sepanjang cakrawala saat menyambar dari awan ke awan. Radar telah mendeteksi perayap yang panjangnya 121 kilometer!


Untuk memperkirakan jarak saudara dari sambaran petir, hitung saja jumlahnya detik antara saat saudara melihat kilatan petir dan mendengar suara gunturnya. Setiap interval lima detik kira-kira setara dengan jarak 1,6 kilometer. Rata-rata, guntur hanya terdengar pada jarak 8 atau 9,6 kilometer, tetapi pada malam hari petir dapat terlihat sejauh 160 kilometer!


Mungkin karena visibilitas inilah mengapa Yesus membandingkan kedatangan-Nya yang kedua kali dengan sambaran petir. Meskipun kita tidak bisa menentukan waktu kedatangan-Nya, kita pasti bisa melihatnya ketika hal itu terjadi! Seperti badai petir dalam skala ilahi, itu akan menjadi acara dengan keindahan dan kekuatan yang tak tertandingi. Sementara adalah bijaksana untuk berlindung selama badai petir yang terjadi di bumi, Alkitab mengajarkan itu hanya orang jahat yang akan berusaha bersembunyi saat kedatangan Yesus—orang benar akan bersemangat untuk menonton pertunjukan tersebut. Itu adalah satu penampilan yang tidak ingin saya lewatkan!

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *