Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jemaat Sudiang (GMAHK-Sudiang), berada dalam wilayah pelayanan Konferens Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Optimis Lebih Sehat

Penulis:
Kathleen-Jonathan Kuntaraf

Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.

Keluaran 23 : 25

Kepada orang Israel yang baru saja keluar dari perhambaan Mesir, Tuhan melalui Musa mengajar mereka untuk beribadah kepada Tuhan saja. Terlebih daripada itu, Tuhan memberkati makanan dan minuman mereka sehingga penyakit dapat dijauhkan. Dalam berbagai penelitian, ternyata mereka yang yang percaya kepada Tuhan, hingga mempunyai pandangan hidup yang positif akan pimpinan Tuhan dalam kehidupan mereka, mempunyai tubuh yang lebih sehat.


Kita telah mengetahui bahwa optimisme dapat mengurangi kemungkinan untuk mendapatkan tekanan darah tinggi. Nah, oleh sebab tekanan darah tinggi memegang peranan penting dalam menyebabkan penyakit pembuluh darah, dibuatlah penelitian, apakah optimisme berhubungan dengan pengembangan dari penyakit pembuluh darah tersebut?. Untuk mendapatkan jawaban  pertanyaan ini, Harvard dan Boston University mengevaluasi 1306 orang yang usianya sekitar 61 tahun. Semua relawan ini dievaluasi, apakah mereka  adalah orang yang optimis atau pesimis, demikian juga dilihat tekanan darahnya, kolesterol, obesitas, kebiasaan merokok dan penggunaan alkohol, dan sejarah keluarganya yang menderita penyakit jantung. Pada saat penelitian dibuat, tidak ada seorang pun dari para relawan tersebut yang menderita penyakit pembuluh darah. Mereka diteliti untuk jangka waktu 10 tahun.


Ternyata, setelah mempertimbangkan semua faktor diatas, di dapatkan bahwa  mereka yang pesimis mengembangkan penyakit jantung dua kali lipat lebih banyak dari mereka yang optimis. Penelitian ini menunjukkan bagaimana mereka yang optimis mempunyai kesehatan yang lebih baik daripada mereka yang pesimis.


Nah, pertanyaanya, “Mengapakah orang yang optimis itu lebih sehat daripada yang pesimis?”, Dr. Utopia Dholakia, professor dari Rice University  menulis dalam Psychology Today tanggal 31 Juli 2016 sebagai berikut :

  • Orang yang optimis mengetahui tentang kesehatan mereka dan menghidupkan cara terbaik untuk menjadi sehat.
  • Orang yang optimis mempunyai sikap yang lebih sehat.
  • Bila berhadapan dengan masalah, orang optimis mempunyai cara yang berdayaguna dalam menghadapinya.
  • Orang yang optimis mempunyai jaringan sosial yang lebih baik dan mendapat dukungan yang lebih besar setiap ada masalah kesehatan.

Melihat sikap optimis lebih menyehatkan, maka sudah selayaknya kita tetap memiliki kepercayaan yang sepenuhnya kepada Tuhan, yang menganjurkan agar kita  menghidupkan pola hidup sehat sehingga penyakit – penyakit dapat dijauhkan dań kita dapat tetap sehat  sampai lansia.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *