Penulis:
Kathleen-Jonathan Kuntaraf
“Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Yohanes 8 : 58
Bagaimana seorang bisa meng-klaim bahwa Dia telah ada sebelum Abraham ada, kalau Dia bukan Allah? Yesus sendiri menyebutkan persamaan dengan Tuhan saat Dia mengidentifikasikan diri-Nya sebagai “Aku telah ada” sebagaimana kita lihat dalam ayat inti diatas. Ini berarti Tuhan Perjanjian Lama. Ia memanggil Allah “Bapa-Ku” daripada “Bapa kita” (Yohanes 20 : 17). Pernyataan “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10 : 30) menegaskan pernyataan bahwa Dia adalah “satu substansi” dengan Bapa, “memiliki atribut yang sama.” (Sign of the Times, 27 November 1893, halaman 54).
Kesetaraan Kristus dengan Allah Bapa diteguhkan dalam rumusan baptisan, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” Matius 28 : 19. Demikian juga dengan doa berkat kerasulan, “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” 2 Korintus 13 : 14.
Pada saat memberikan nasehat perpisahan pada malam terakhir sebelum penyaliban-Nya, Yesus menunjukan hubungan antara diri-Nya dengan Allah dan dengan Roh Kudus yang akan mengambil tempat-Nya setelah kematian-Nya (Yohanes 14 : 16). Paulus juga menjelaskan tentang karunia-karunia rohani, dengan kata-kata, “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang,” (1 Korintus 12 : 4-6) yang menunjukkan kesetaraan dari tiga oknum ke-ALLAH-an dalam memberikan karunia rohani.
Alkitab juga menggambarkan Yesus sebagai terang kemuliaan Allah dan “gambar wujud Allah” (Ibrani 1 : 3). Dan ketika diminta oleh Filipus untuk menyatakan Allah Bapa, maka Alkitab mengatkan, “Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.” (Yohanes 14 : 9).
Kita bersyukur oleh sebab Yesus Kristus adalah Allah yang menunjukkan kesetaraan dengan Allah Bapa ataupun Roh Kudus; sesuai dengan klaim dari Yesus ataupun kesaksian para Rasul. Hal ini sepatunya mengajak kita untuk lebih mengenal-Nya, sebab Yohanes 17 : 3 mengatakan, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”