Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jemaat Sudiang (GMAHK-Sudiang), berada dalam wilayah pelayanan Konferens Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Berkat Optimis

Penulis:
Kathleen-Jonathan Kuntaraf

Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada Tuhan, firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Mazmur 56 : 11, 12

Pemazmur mengajak kita untuk mempunyai hidup yang optimis oleh sebab kepercayaan kepada Tuhan. Untuk mereka yang percaya kepada Tuhan, tidak ada yang harus ditakuti ataupun dikuatirkan. Tidak peduli besarnya kuasa musuh, atau hebatnya tantangan yang kita hadapi, kita tidak perlu takut, sebab Allah kita jauh lebih besar dari musuh kita! Pada Tuhan ada kuasa untuk menghadapi segala macam ancaman sekalipun. Dengan demikian, kita boleh hidup penuh dengan optimis sebab kekuatan yang datang dari Tuhan.


Seorang optimis cenderung melihat dari sisi yang cerah. Misalnya dua orang dibalik terali besi penjara dapat lihat sesuatu yang berbeda diluar penjara tersebut! Melalui mata optimis, ia akan bersyukur dapat melihat bintang-bintang yang menerangi malam hari! Namun melalui mata seorang yang pesimis, yang dilihatnya adalah  tanah becek yang kotor diluar penjara yang membuatnya lebih depresi. Melalui mata optimis, gelas itu tampak setengah penuh, sedangkan melalui mata yang pesimis, gelas itu tampaknya setengah kosong.


Sesungguhnya optimisme adalah pandangan iman kita. Optimisme dibangun diatas harapan dan kepercayaan kepada Allah. Ini berarti kita memiliki penuh keyakinan  bahwa Tuhan akan mengatur segala sesuatu untuk  kebaikan kita.  Dengan demikian, kita dapat berkata seperti apa yang dituliskan rasul Paulus dalam Roma 8 : 28, “Kita tahu sekarang , bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…..


Ternyata sikap yang optimis, senantiasa bersukacita, dan suka tertawa, memberikan banyak keuntungan kepada tubuh kita termasuk :

  • Melatih paru-paru kita
  • Merangsang peredaraan darah
  • Meninggikan oksigen yg dihirup kedalam paru-paru dan darah
  • Tertawa juga bagaikan internal jogger atau pelari didalam tubuh kita
  • Denyutan jantung, pernafasan & peredaraan darah dipercepat, pols & tekanan darah akan naik kemudian turun dibawah normal
  • Kemudian otot skeletal menjadi sangat rileks

Berbagai penelitian menunjukkan orang yang berbahagia juga memiliki umur yang lebih panjang. Misalnya penelitian dari 6,928 orang dewasa di Alameda county yang dilakukan oleh Drs Belloc dan Breslow dari Department of Public Health, Berkeley, California menunjukkan, mereka yg tidak berbahagia selalu pesimis,  mempunyai angka kematian 57% lebih tinggi dari mereka yg hidup berbahagia dan penuh optimisme dalam kehidupan. Melihat bahwa hidup optimis memberikan kesehatan yang lebih baik, dan hidup yang lebih bahagia.


Marilah kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan yang mengatur segala sesuatu untuk kebaikan kita, sehingga kehidupan kita menjadi suatu kehidupan yang lebih berarti.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *