Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jemaat Sudiang (GMAHK-Sudiang), berada dalam wilayah pelayanan Konferens Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Satu Baptisan

Penulis :
Kathleen-Jonathan Kuntaraf

Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

Efesus 4 : 5

Pelaksanaan baptisan di dunia Kristen beraneka-ragam. Sebagian dengan cara diselamkan; sedangkan sebagian lagi dengan cara dipercik. Ciri-ciri kesatuan yang diberikan Roh dalam Jemaat Allah ialah praktek “satu baptisan” sebagaimana tertulis dalam ayat inti diatas. Apakah yang dinyatakan Alkitab mengenai makna istilah membaptiskan, tentang praktek itu sendiri, dan makna rohaninya?


Kata “baptis” dalam bahasa Inggris berasal dari kata Yunani “baptizo” yang berarti diselamkan, karena kata itu diambil dari kata kerja “bapto”, artinya “diselamkan atau dimasukkan ke bawah”. Kata kerja “baptize” ialah seseorang diselamkan, jadi yang dicelupkan ke bawah air.


Dalam Perjanjian Baru kata kerja membaptis digunakan untuk :

  1. Menunjuk kepada baptisan air (misalnya dalam Matius 3 : 6; Markus 1 : 9, Kisah Para Rasul 2 : 41).
  2. Sebagai sebuah perbandingan atas penderitaan dan kematian Kristus (Matius 20 : 22, 23).
  3. Kepada kedatangan Roh Kudus (Matius 3 : 11, Markus 1 : 8).
  4. Pembasuhan atau upacara pembersihan tangan (Markus 7 : 3,4)

Sangat menarik untuk melihat bahwa keempat penggunaan ini menunjukkan kepada pembersihan atau membasuh dengan penyelaman; dan tidak menyebutkan mengenai percikan. Peristiwa pembaptisan dengan air di dalam Perjanjian Baru dicatat dengan cara diselamkan. Di dalamnya dapat kita baca bahwa Yohanes membaptiskan di dalam sungai Yordan (Matius 3 : 6) dan juga di Ainon dekat Salim “sebab disitu banyak air” (Yohanes 3 : 23). Hanyalah baptisan dengan diselamkan memerlukan “banyak air”. Ketika Filipus sang evangelis itu membaptiskan sida-sida Ethiopia, mereka turun ke “dalam air” dan “keluar dari dari air” (Kisah 8 : 38, 39).


Sebelum zaman Kristus, orang-orang Yahudi membaptiskan orang yang di-yahudi-kan dengan baptisan diselamkan. Kaum Essenes di Qumran mengikuti praktik pembaptisan seperti ini, baik untuk anggota mereka sendiri, juga kepada yang ditobatkan.


Melihat tulisan Alkitab dan sejarah, maka baptisan dengan diselamkan adalah satu-satunya yang disebutkan Alkitab. Maka sudah seharusnya kita ikuti apa yang Alkitab tuliskan. Kiranya baptisan kita adalah sesuai dengan kehendak TUHAN.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *