Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jemaat Sudiang (GMAHK-Sudiang), berada dalam wilayah pelayanan Konferens Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Organisasi Gereja

Penulis:
Kathleen-Jonathan Kuntaraf

Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

1 Korintus 14 : 40

Perintah Kristus untuk menyampaikan Injil ke seluruh dunia juga menyangkut pemeliharaan atas orang-orang yang telah menerima Injil itu. Anggota-anggota yang masih baru haruslah dikukuhkan imannya serta diajar untuk menggunaan talenta dan karunia yang diberikan Tuhan kepada mereka untuk misi. Karena “Allah tidak menghendaki kekacuan” melainkan ingin supaya segala sesuatu dilakukan dengan “sopan dan teratur” (1 Korintus 14:33, 40). Untuk itu gereja haruslah mempunyai organisasi yang sederhana tetapi berdaya guna.


Marilah kita perhatikan keanggotaan dan organisasi gereja:

  1. Keanggotaan gereja. Ketika mereka memenuhi kualifikasi tertentu, orang yang bertobat itu menjadi anggota jemaat yang beriman, dalam masyarakat Perjanjian Baru. Keanggotaan berhubungan dengan penerimaan hubungan yang baru terhadap orang-orang yang lain kepada Negara dan Tuhan.
  2. Kualifikasi keanggotaan. Orang yang ingin menjadi anggota jemaat-Nya harus menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, bertobat dari dosa-dosanya dan kemudian dibaptiskan (Kisah 2: 36-41). Mereka harus mengalami kelahiran baru serta menerima tugas Kristus untuk mengajar orang-orang lain memperhatikan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya kepada mereka.
  3. Persamaan dan pelayanan. Selaras dengan pernyataan Kristus bahwa “kamu semua adalah saudara” dan “barang siapa terbesar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 23:8,11), merupakan hubungan antara seorang dengan orang lain berdasarkan kesamaan. Namun demikain mereka juga harus menyadari bahwa bila seorang mengikut teladan Kistus berarti mereka harus melayani keperluan orang lain, membimbing mereka kepada Kristus.
  4. Keimamatan semua orang percaya. Dengan bertugasnya Kristus dalam Bait Suci Surgawi itu maka keimamatan orang Lewi pun berakhirlah. Oleh karena itu, gereja sekarang menjadi “imamat yang kudus” dan bangsa terpilih (1 Petrus 2:5, 7).

Kiranya kita sebagai anggota jemaat Allah selalu mengikuti Yesus yang jadi Kepala, sehingga semua berperan serta dan melaksanakan kehendak Yesus.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *